Cara Mengatasi Tantrum pada Balita Secara Tenang dan Bijak
Balita menangis, berteriak, berguling di lantai, bahkan menolak disentuh—dan semua itu terjadi di saat paling tidak terduga

Deni Saputra
January 21, 2026
Balita menangis, berteriak, berguling di lantai, bahkan menolak disentuh—dan semua itu terjadi di saat paling tidak terduga: pagi hari sebelum berangkat kerja, di ruang tamu, atau ketika orang tua sedang kelelahan.
Jika Anda pernah berpikir,
“Kenapa sih anakku seperti ini?”
Anda tidak sendirian.
Tantrum adalah fase perkembangan yang normal, tetapi cara kita meresponsnya akan sangat menentukan emosi dan perilaku anak di masa depan.
Apa Itu Tantrum dan Mengapa Balita Mengalaminya?
Tantrum adalah luapan emosi ketika balita:
Belum bisa mengungkapkan perasaan dengan kata-kata
Merasa lelah, lapar, atau frustrasi
Ingin mandiri tapi belum mampu sepenuhnya
Merasa tidak dipahami
Balita tidak sedang nakal. Mereka sedang kewalahan dengan emosi mereka sendiri.
Kesalahan Umum Saat Menghadapi Tantrum
Tanpa disadari, banyak orang tua melakukan hal ini:
❌ Membentak agar anak diam
❌ Mengancam atau menghukum
❌ Menyerah dan langsung menuruti keinginan anak
❌ Membandingkan dengan anak lain
Respons ini justru membuat tantrum semakin sering dan intens.
Cara Mengatasi Tantrum Balita Secara Tenang & Bijak
1. Tenangkan Diri Dulu, Bukan Anaknya
Anak menyerap emosi orang dewasa. Jika Anda panik atau marah, anak akan semakin tidak terkendali.
Tarik napas. Bicara pelan. Anak perlu melihat bahwa Anda tetap aman dan tenang.
2. Validasi Emosi Anak (Tanpa Menuruti)
Kalimat sederhana seperti:
“Kakak lagi marah ya…”“Ibu tahu kamu kesal…”
membantu anak merasa dipahami, bukan dimanjakan.
3. Jangan Bicara Panjang Saat Tantrum
Saat emosi memuncak, otak anak belum siap menerima nasihat.
Fokus pada:
Nada suara lembut
Kontak mata
Kalimat singkat dan jelas
4. Alihkan Perhatian dengan Lembut
Pengasuh berpengalaman sering menggunakan:
Mengajak bernapas bersama
Menawarkan aktivitas lain
Mengubah posisi atau ruangan
Ini bukan menghindar, tapi membantu anak keluar dari emosi ekstrem.
5. Konsisten Setelah Tantrum Reda
Setelah anak tenang, barulah beri pemahaman singkat tentang perilaku yang diharapkan.
Tantrum boleh terjadi. Perilaku agresif tidak.
Mengapa Peran Pengasuh Sangat Penting Saat Anak Tantrum?
Tidak semua orang dewasa siap menghadapi tantrum dengan tenang.
Pengasuh profesional memahami bahwa:
Tantrum bukan serangan pribadi
Anak butuh ketenangan, bukan tekanan
Respons dewasa menentukan emosi anak
Nanny atau babysitter yang tepat mampu:✓ Tetap sabar dalam situasi sulit✓ Mengelola emosi anak dengan empati✓ Menjaga rutinitas anak tetap stabil✓ Mengurangi stres orang tua di rumah
Tantrum Bisa Lebih Terkontrol dengan Lingkungan yang Tepat
Anak yang:
Rutinitasnya teratur
Diasuh dengan pendekatan yang konsisten
Didampingi oleh orang dewasa yang tenang
akan lebih jarang mengalami tantrum berkepanjangan.
Itulah mengapa banyak orang tua merasa perbedaan besar ketika anak diasuh oleh pengasuh yang terlatih dan berpengalaman.
Meta Homecare Indonesia: Pendamping Tepat untuk Anak & Orang Tua
Meta Homecare Indonesia menyediakan nanny dan babysitter yang:
Terbiasa menangani tantrum balita
Sabar, lembut, dan penuh empati
Mengerti perkembangan emosi anak
Terlatih menghadapi situasi sulit tanpa kekerasan
Membantu menciptakan suasana rumah yang lebih tenang
Karena mendidik anak bukan tentang siapa yang paling keras, tapi siapa yang paling konsisten dan penuh pengertian.
Balita Tantrum Bukan Masalah, Tapi Cara Menyikapinya yang Menentukan
Jika Anda ingin anak tumbuh dengan emosi yang sehat dan orang tua tetap waras secara mental, dukungan pengasuh yang tepat adalah investasi penting.
Meta Homecare Indonesia siap membantu Anda menemukan nanny atau babysitter yang mampu mendampingi anak dengan tenang, bijak, dan penuh kasih.
Butuh ART, nanny, atau babysitter terpercaya?
MetaHomecare Indonesia siap membantu Anda menemukan tenaga terbaik dengan proses aman dan profesional.
Hubungi tim kami sekarang untuk konsultasi kebutuhan keluarga Anda.
